Inilah Beberapa Cara Budidaya Burung Murai Batu

Cara Budidaya Burung Murai Batu
Cara Budidaya Burung Murai Batu

 Cara Budidaya Burung Murai Batu – Burung murai batu merupakan salah satu jenis burung yang termasuk dalam famili Turdidae. Burung Murai Batu sendiri sangat pandai dalam meniru sesuatu. Selain itu juga sangat rajin berkicau dengan suara – suara yang sangat merdu di telinga. Sehingga banyak pula para pecinta burung yang menjadi gemar untuk memelihara bahkan juga dengan Cara Budidaya Burung Murai Batu sekarang telah banyak dikembangan dan juga telah menjadi ladang bisnis.

Ciri – ciri Burung Murai Batu secara umum yakni mempunyai ekor yang ukurannya lebih panjang dari tubuhnya, paruhnya berwarna hitam, mempunyai jumlah bulu ekor sebanyak 12 helai, mempunyai bulu pada bagian kepala, leher dan juga dada bagian atas berwarna hitam pekat mengkilap, bulu pada pangkal ekornya memiliki warna putih, mempunyai suara merdu, dapat menirukan suara kicauan burung bahkan juga di habitat aslinya Murai Batu dapat pula menirukan suara orang utan dan juga air terjun.

Ada banyak jenis Murai Batu seperti Murai Batu Lampung, Murai Batu Medan, Larwo, Murai Batu Kalimantan, Murai Batu Malaysia, dan juga masih ada banyak jenis murai batu yang lainnya yang di daerah Sumatra. Dari berbagai jenis Murai Batu yang ada di sekitar Indonesia, Murai Batu Medan adalah yang terbaik. Murai Batu Medan memiliki intonasi yang bagus karena bisa meniru suara burung lainnya dalam waktu yang lumayan singkat.

Baca Juga Cara Ternak Lebah Madu Yang Baik Bagi Pemula

Baca Juga Rahasia Cara Ternak Lele dengan Mudah

Baca Juga Inilah Cara Merawat Kelinci Yang Jarang Kita Ketahui

Bagaimana cara budidaya burung murai batu? Simak langkah-langkah berikut ini:

Langkah – langkah Cara Budidaya Burung Murai Batu:

Pemilihan indukan

"<yoastmark

Pada saat proses pemilihan induk, usahakan untuk memilih bibit yang mempunyai kualitas baik supaya mendapatkan keturunan yang baik juga. Ciri – ciri indukan Murai Batu yang mempunyai kualitas baik yakni tidak cacat fisik, tidak sakit, kaki tidak pincang, sayap tidak ada yang patah, mempunyai gerakan yang gesit, berbadan besar dan juga panjang, mempunyai bulu yang bagus, mengkilap, dan juga utuh di bagian sayap, bagian badan, dan juga ekornya, serta memounyai sorot mata yang cukup tajam. Untuk indukan jantan dan juga betina pilih yang memiliki umur 10 bulan hingga 1 tahun sebab pada umur ini adalah umur yang ideal untuk masa reproduksi. Selain itu pilihlah juga Murai Batu yang jinak dan juga tidak penakut guna memudahkan pada saat perawatan.

Pembuatan kandang penangkaran

"<yoastmark

Kandang penangkaran atau juga yang sering disebut dengan kandang perjodohan ini pada idealnya dibuat dengan menggunakan ukuran yang tidak terlalu besar dan juga ukurannya tidak terlalu kecil. Sebelum Anda untuk memulai dalam membuat kandang ada beberapa hal yang sangat perlu untuk diketahui supaya kandang budidaya Murai Batu tersebut mempunyai suasana yang tenang dan juga membuat burung Murai Batu tidak mudah untuk stres.

Pemberian pakan pada Murai Batu

Dalam pemenuhan nutrisi yang cukup guna aktivitas dan juga untuk produktivitas pada Murai Batu yang diperlukan pakan alami berupa kroto, berupa pakan buatan (pabrikan), atau juga campuran antara pakan alami dan juga campuran pakan buatan. Jangan lupa untuk  memberi tambahan vitamin yang untuk meningkatkan daya tahan tubuh Murai Batu. Selain itu Anda juga dapat menambahkan pakan ekstra yang seperti belalang, cacing, jangkrik dan ulat.

Proses penjodohan Murai Batu

"<yoastmark

Umumnya 1 Murai Batu jantan dapat untuk 7 indukan betina sehingga akan sering disebut denganberkembangbiak secara poligami. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencari indukan betina yang sudah berumur 1 tahun, kemudian jodohkan dengan pejantan yang ingin dijodohkan. Biarkan mereka dikandang selama dua minggu.

Langkah selanjutnya yaitu memasukkan indukan jantan. Masukan juga beserta sangkarnya ke dalam kandang yang juga didalamnya telah berisi Murai Batu betina tadi. Biarkan bercumbu selama 1 minggu agar burung mampu beradaptasi dan tidak akan menyerang indukan betina.

Ketika indukan betina sudah memulai birahi ditandai dengan adanya siul – siulan dan mulai mendekati sangkar si burung jantan. Maka saat itulah waktu yang tepat untuk melepaskan indukan jantan dari sangkarnya.

Proses perawatan anakan Murai Batu

Anakan Murai Batu atau piyik Murai Batu telah menginjak umur 7 sampai dengan 14 hari diberi makan. Makanan yang berupa campuran kroto dan juga voer yang telah diencerkan atau dilarutkan dengan menggunakan air.  Pada usia inilah piyik dikasih makan dengan anjuran setiap 1 jam sekali. Sesudah berusia 15 hari ke atas, piyik telah dapat makan sendiri. Hal yang seperti ini perlu diperhatikan yakni kroto yang digunakan untuk pakan harus sudah bersih. Selain bersih juga terbebas dari jangkauan semut – semut.

Itulah tadi sedikit informasi yang mengenai cara budidaya Murai Batu yang sangat sederhana. Anda juga dapat dengan mudah apabila mencoba untuk khususnya bagi pemula. Semoga bermanfaat.

Anda bisa melihat artikel lainnya di ribuancara.com disitu terdapat cara baru dan belum Anda ketahui. Silahkan Anda cari cara yang sesuai dengan kebutuhan Anda.